Hahahaha.... Ni yaa, ini pengalaman pertamaku naek kereta ekonomi, gara-gara kehabisan tiket semuanya, bisa dibayangkan gerah, banyak suara-suara bising yang sebenarnya nggak aku inginkan.
Sembari menarik handuk yang tergantung di belakang pintu, kubaca beberapa deret kata yang muncul di HP ku. Tidak terasa melihat kata-kata ”dibayangkan”, pikiranku mulai terbang terbawa pada kondisi yang dialami oleh sahabatku malam itu.
Semangatnya untuk menatap masa depan mengharuskan dia untuk pergi ke jakarta. Sampai dia bela-belain naik kereta ekonomi untuk mewujudkan keinginannya itu. Pikiranku melayang pada kondisi kereta api yang dia naiki malam itu. Bisa kubayangkan kondisi penuh sesak, suara bising kereta api, juga para penjaja makanan dan minuman yang mondar-mandir disepanjang gerbong memenuhi setiap detik suasana kereta api malam itu. ”Nasi ayamm, aquaaa, pop mieee, tissuuuu, mijon-mijon”. Suara teriakan itu memenuhi bayanganku dan kupastikan suara itu pasti terpaksa harus dinikmati pula oleh sahabatku.
Seulas senyum terlontar dari bibirku. Bayanganku menggelanyang lagi pada kondisi kereta api yang dia naiki. Angin semilir memasuki gerbong tua lewat jendela kecil tepat di kanan di mana dia duduk. Dan terhembus pula angin itu sampai ke ubun-ubun. Sedikit nyaman. Setidaknya sedikit angin mampu mengalihkan kondisi riuh kereta api waktu itu.
Tepat di bawah ia duduk terlihat segerombolan orang duduk di selasar gerbong. Mereka adalah penumpang yang terpaksa duduk di selasar karena tidak kebagian tempat duduk. Tampak beberapa penumpang mengibaskan kipas yang mereka beli. Sesekali melongok jam yang ada di tangannya, juga sedikit menyingkapkan rambut yang sudah tercampur uraian keringat.
Setiap kali kereta berhenti, rasa sesak tak tertahankan muncul secara tiba-tiba. Dan saya pastikan sahabatku merasakannya. Teriakan penjaja semakin menjadi-jadi ketika kereta berhenti. Ada yang sampai mondar-mandir puluhan kali demi menjajakan dagangannya. Tak tanggung-tanggung rasa sesak itu diwarnai pula dengan gumpalan asap rokok mirip awan terbang di mana-mana. Baunya, fiuhhh bisa dipastikan tidak sedap.
Tuuut...tuuut... tuuut bunyi HP ku berdering ketika pikiranku kubiarkan melayang pada kereta api.
Kalo pas jalan, enak, adem... Trus yang jualan nggak banyak. Kalo pas berhenti gerah tenannn, yang jualan akeh banget.
Tak bisa kutahan bibir ini untuk nyengir sendirian di dalam kamarku. Kurebahkan tubuhku yang memang kurasakan dari tadi merengek-rengek pengen direbahkan sembari tangan ini menari diatas keypad HP. Tak kusadari diri ini begitu bangga dengan usaha keras sahabatku untuk menggapai apa itu yang namanya masa depan. Sahabatku, semoga engkau meraih apa yang menjadi keinginanmu. Alloh bersamamu.
Catatan perjuangan seorang sahabat.
Jumat, 11 Juni 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar